| Perampokan Pondok Indah |
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, pihaknya tengah melacak satu senjata api (senpi) yang diduga berada di rumah mantan Vice President ExxonMobil, Asep Sulaiman. Hasil penyelidikan pihaknya menunjukkan bahwa aksi perampokan dan penyanderaan di kompleks elite Pondok Indah itu menggunakan tiga buah senpi.
"Kita akan mencari satu senpi lagi. Kalau tidak ditemukan kita akan mencarinya dengan menggunakan metal detector. Kalau dari mana asal senpi masih dilakukan penyelidikan," kata Hendy saat melakukan pra-rekontruksi di lokasi, Selasa (13/9/2016).
Polisi mengetahui jumlah lima orang pelaku dalam aksi perampokan saat melakukan penyelidikan di Hotel Asri, Ciputat, Tangerang Selatan. "Saat diperiksa di sana. Diketahui ada lima orang pelaku. Sebelumnya AJS mengatakan pelaku empat orang," jelas Hendy.
Hendy menegaskan, motif kejahatan pelaku murni perampokan. Asep diketahui baru pensin di ExxonMobil dan mendapatkan uang pensiun dalam jumlah besar.
"Sampai sekarang motif itu murni perampokan. Dan adanya perubahan itu artinya alibi yang dibentuk untuk mengalihkan kejahatannya," ujar Hendy.
Dia memastikan, penyidik telah menelusuri barang bukti dari handphone para pelaku. Hasilnya, diketahui adanya pesangon dalam jumlah besar milik korban yang telah lama diincar.
"Penyidik ini sudah menguji alibi mereka dan kalau kita berdasarkan barang bukti elektronik. Bahwa ada uang besar dan ada pesangon yang cukup besar atas aksi kejahatan ini," pungkasnya.
http://news.okezone.com/read/2016/09/13/338/1488175/perampokan-pondok-indah-polisi-gunakan-metal-detector-cari-senpi
"Kita akan mencari satu senpi lagi. Kalau tidak ditemukan kita akan mencarinya dengan menggunakan metal detector. Kalau dari mana asal senpi masih dilakukan penyelidikan," kata Hendy saat melakukan pra-rekontruksi di lokasi, Selasa (13/9/2016).
Polisi mengetahui jumlah lima orang pelaku dalam aksi perampokan saat melakukan penyelidikan di Hotel Asri, Ciputat, Tangerang Selatan. "Saat diperiksa di sana. Diketahui ada lima orang pelaku. Sebelumnya AJS mengatakan pelaku empat orang," jelas Hendy.
Hendy menegaskan, motif kejahatan pelaku murni perampokan. Asep diketahui baru pensin di ExxonMobil dan mendapatkan uang pensiun dalam jumlah besar.
"Sampai sekarang motif itu murni perampokan. Dan adanya perubahan itu artinya alibi yang dibentuk untuk mengalihkan kejahatannya," ujar Hendy.
Dia memastikan, penyidik telah menelusuri barang bukti dari handphone para pelaku. Hasilnya, diketahui adanya pesangon dalam jumlah besar milik korban yang telah lama diincar.
"Penyidik ini sudah menguji alibi mereka dan kalau kita berdasarkan barang bukti elektronik. Bahwa ada uang besar dan ada pesangon yang cukup besar atas aksi kejahatan ini," pungkasnya.
http://news.okezone.com/read/2016/09/13/338/1488175/perampokan-pondok-indah-polisi-gunakan-metal-detector-cari-senpi









